Programini didanai Yayasan Rotary Yoneyama Memorial, organisasi swasta penyedia beasiswa terbesar di Jepang. Beasiswa ini terbuka bagi pelajara internasional, termasuk Indonesia, untuk dapat mendaftar untuk kuliah S1, S2 atau S3 pada universitas yang ada di Jepang. Berikut informasi terkait Beasiswa Rotary Yoneyama: Cakupan beasiswa 1. Adapendaftaran beasiswa S2 Jepang 2019-2020 yang bisa kamu ikuti. Beasiswa Ke Jepang ini dikhususkan bagi kamu yang ingin melanjutkan kuliah S2 ke Jepang ya pada tahun pelajaran 2020. Beasiswa S2 Jepang ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Selengkapnya Beasiswa S1 Binus oleh MCF-MAF Ajinomotomembuka beasiswa untuk program Master (S2) di 6 universitas di Jepang untuk tahun 2019. Proses seleksi diadakan pada awal Januari 2018 dengan tahapan sebagai berikut: Mengisi formulir aplikasi dan dikumpulkan bersama dengan dokumen pendukung dalam bentuk hardcopy, paling lambat 16 maret 2018 ProgramRotary Yoneyama Scholarship saat ini telah membuka Beasiswa bagi pelajar internasional termasuk Indonesia untuk kuliah di Jepang jenjang S1 S2 dan S3. Beasiswa ini terbuka bagi mahasiswa yang kuliah di beberapa universitas di Jepang. PendaftaranBeasiswa S2 Pemerintah Jepang 2022 Deadline : 7 Mei 2021 . Beasiswa S2 Pendidikan dan Ilmu Sosial di UCL, UK Deadline : 30 Oktober 2019 Beasiswa S2 AFDF Asia Foundation di Asia dan AS Deadline : 7 Oktober 2019 Beasiswa UoPeople S2 Bisnis, Komputer, Kesehatan INPEXScholarship Foundation kembali menawarkan beasiswa S2 di Jepang tahun 2019 bagi pelajar Indonesia. Beasiswa disediakan penuh menanggung semua biaya kuliah yang dibutuhkan. Tidak hanya biaya kuliah, Beasiswa INPEX juga meliputi biaya hidup bulanan sebesar 160.000 Yen yang sudah mencakup biaya penginapan, biaya kesehatan, transportasi, buku Vh6bxTv. Hai Sobat Peluang beasiswa S2 ini kembali ditawarkan Japan Foundation bagi mahasiswa negara berkembang yang ingin mengambil gelar MSc di Universitas PBB, Jepang. Tepatnya, beasiswa MSc in Sustainability atau beasiswa S2 sains di bidang kelangsungan hidup. Studi berlangsung di United Nations University – Institute for the Advanced Study of Sustainability UNU-IAS. Skema beasiswa ini tersedia melalui Japan Foundation for UNU JFUNU Scholarship. Pelamar dari Indonesia salah satu yang dberi kesempatan untuk mengajukan aplikasi. Baca Juga Beasiswa S1 dan S2 dari Monash University, Australia Studi menyangkut isu-isu kelangsungan global, termasuk perubahan iklim dan keanekaragaman hayati yang mengintegrasikan ilmu-ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan di UNU, tapi juga diharapkan membuat kontribusi penting terhadap pemecahan masalah-masalah global, baik melalui badan-badan PBB, organisasi internasional, pemerintah, masyarakat sipil, maupun swasta. Beasiswa ini terbuka bagi kandidat-kandidat berprestasi yang memerlukan bantuan keuangan dan mampu membuktikannya untuk dipertimbangkan sebagai kandidat penerima terpilih, kandidat akan mendapatkan pembebasan biaya kuliah penuh di UNU, serta tunjangan hidup bulanan Yen selama dua tahun. Namun begitu, mahasiswa harus menyediakan sendiribiaya perjalanan ke Jepang, visa, dan asuransi kesehatan/kecelakaan. Persyaratan MSc in Sustainability 1. Memiliki minat yang kuat pada studi kelangsungan hidup sustainability2. Memiliki komitmen studi dan memahami isu-isu global3. Lulus sarjana atau sederajat pada universitas atau perguruan tinggi yang diakui pada bidang yang berhubungan dengan sustainability. Mereka yang akan lulus sarjana sebelum September 2019 juga bisa mendaftar. 4. IPK minimal 3,5 untuk skala Memiliki kemampuan bahasa Inggris TOEFL PBT 600, TOEFL IBT 100, atau IELTS kurang dari dua tahun terakhir Persyaratan Pelamar Beasiswa1. Pelamar dari negara berkembang yang memperlihatkan kebutuhan bantuan keuangan2. Pelamar yang saat ini tinggal di Jepang di bawah visa kerja TIDAK memenuhi syarat untuk beasiswa3. Pelamar yang ingin mengejar gelar master kedua di UNU-IAS tidak memenuhi syarat untuk beasiswa Baca Juga Beasiswa S2 dari Global Sustainable Electricity Partnership PendaftaranPendaftaran beasiswa ke United Nations University UNU dilakukan secara online di laman UNU-IAS. Batas terakhir pengajuan aplikasi 28 Februari 2019 waktu Tokyo. Pendaftaran tersebut sudah termasuk pendaftaran kuliah dan pemohon beasiswa JFUNU. Pelamar beasiswa akan dipertimbangkan secara otomatis saat mereka mendaftar ke UNU. Pelamar tidak perlu mengajukan aplikasi secara terpisah. Namun, saat mendaftar ke UNU tersebut, Anda harus menjelaskan kendala keuangan yang dihadapi dan berharap bisa mendapatkan beasiswa JFUNU. Kandidat terpilih akan mendapat pemberitahuan via email serta petunjuk lebih lanjut. Selamat mencoba dan semoga berhasil! Ini Dia, Beasiswa Inpex Studi S2 ke Jepang 2019 Tawaran beasiswa S2 ke Jepang 2019 kembali hadir buat mahasiswa di tanah air. Program ini disediakan oleh Inpex Scholarship Foundation, lembaga non profit di bawah Indonesia Petroleum, Ltd. Ada tiga beasiswa master S2 yang secara khusus ditawarkan bagi pelajar Indonesia. Beasiswa tersebut meliputi program studi yang berkaitan dengan natural science ilmu pengetahuan alam dengan beberapa pilihan universitas di Jepang. Permohonan beasiswa Inpex ditutup 31 Oktober 2019 untuk perkuliahan mulai 2020. Bagi Anda yang tertarik, dapat mengajukan aplikasi sebelum deadline tersebut. Adapun keuntungan yang didapatkan, di antaranya kandidat yang terpilih memperoleh tanggungan penuh biaya kuliah di universitas Jepang, tunjangan bulanan Yen tiket pesawat kelas ekonomi Jakarta-Tokyo, tunjangan kedatangan Yen, dan asuransi kecelakaan. Selain itu, lama tanggungan beasiswa mencapai 2,8 tahun. Persyaratan 1. Warga negara Indonesia dan telah menyelesaikan pendidikan Sarjana di Indonesia pada bidang studi natural science, serta berusia tidak lebih dari 30 tahun saat mendaftar. 2. Mengambil program master di universitas Jepang dengan bidang studi natural science, dan telah mendapat surat izin masuk di universitas Jepang atau diharapkan akan diizinkan masuk di universitas. 3. Memiliki prestasi yang cemerlang IPK lebih dari serta sehat jasmani dan rohani. 4. Telah mendapat izin dari atasan baik dari institusi, universitas, maupun perusahaan untuk mengikuti beasiswa Inpex. 5. Memiliki kepedulian untuk membina hubungan Indonesia dan Jepang dan siap berkontribusi. 6. Belum pernah mendapat beasiswa serupa di Jepang atau negara berkembang lainnya. Simak juga » Beasiswa S2 Chevening dari Pemerintah Inggris Dokumen yang diperlukan 1. Formulir aplikasi yang harus diisi. Unduh 2. Dua 2 lembar pasfoto ukuran 5 cm x cm. Selembar ditempelkan di formulir aplikasi, dan yang lain cukup dituliskan nama di belakangnya. 3. Ijazah dan transkrip akademik 4. Surat rekomendasi dari profesor, pimpinan, atau atasan tempat kerja 5. Curriculum Vitae 6. Surat keterangan sehat dari dokter 7. Surat keterangan masuk/diterima LoA dari universitas atau insitusi penelitian di Jepang, jika telah diperoleh. 8. Salinan sertifikat TOELF/IELTS 9. Salinan sertifikat bahasa Jepang, jika ada Pendaftaran Semua dokumen di atas diantarkan langsung atau via pos yang ditujukan ke alamat berikut INPEX CORPORATION, Jakarta Office 35th Floor TCC Batavia Tower One Jl. Mas Mansyur Kav. 126 Jakarta Pusat 10220, Indonesia Tuliskan “APPLICATION FOR SCHOLARSHIPS” di salah satu sudut atas amplop. Jangan lupa setiap dokumen menggunakan bahasa Inggris atau terjemahannya. Aplikasi diajukan paling lambat 31 Oktober 2019. Semua pelamar akan diberitahu hasil seleksi awal pada Januari 2020. Keputusan final seleksi beasiswa INPEX 2019 disampaikan pada Maret 2020. Pertimbangan seleksi berdasarkan kualifikasi pelamar dari formulir aplikasi, prestasi akademik, rencana studi, surat rekomendasi, skor kemampuan berbahasa Inggris, dan dokumen INPEX Scholarship Foundation 34th Floor, Akasaka Biz Tower, Akasaka 5-3-1, Minato-Ku, Tokyo 107-6332 Japan Phone. 81-3-5572-0602 Melanjutkan pendidikan S2 dengan memperoleh beasiswa merupakan salah satu impian banyak orang. Namun, bagi sebagian orang, tidak mudah memperoleh skor TOEFL yang mumpuni. Oleh karena itu, bagi yang ingin melanjutkan pendidikan S2 khususnya ke Jepang, terdapat beragam beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL. Jepang merupakan salah satu negara incaran mahasiswa asing untuk melanjutkan pendidikan. Selain itu Jepang juga menawarkan banyak beasiswa tanpa TOEFL yang bisa dijadikan alternatif bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan S2. Namun, sebelum mengetahui apa saja beasiswa yang ditawarkan, simak dulu alasan Jepang menjadi negara populer untuk melanjutkan pendidikan. Mengapa Jepang Menjadi Negara Populer Untuk Melanjutkan Pendidikan Tinggi? Menurut survei paling baru yang dilakukan oleh Japan Student Services Organization JASSO, siswa asing di Jepang pada tahun 2019 mencapai orang. Angka tersebut naik sebanyak orang, lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Sedangkan untuk jumlah mahasiswa asing di universitas pada tahun 2019, terjadi penambahan mahasiswa menjadi mahasiswa. Dari angka yang diperoleh tersebut bisa diambil kesimpulan jika tiap tahunnya trend mahasiswa asing yang melanjutkan pendidikan di Jepang meningkat. Banyak faktor yang mendukung Jepang sebagai salah satu negara yang menjadi tujuan utama untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Japan Student Services Organization JASSO, ada banyak alasan mengapa mahasiswa asing melanjutkan pendidikan di Jepang. Alasan yang mereka utarakan adalah sebagai berikut Tertarik dengan masyarakat jepang dan ingin hidup di Jepang sebanyak Ingin belajar bahasa atau budaya Jepang sebanyak Pendidikan dan penelitian di universitas Jepang sangat menarik sebanyak Ingin bekerja yang berhubungan dengan Jepang sebanyak Rasa ingin tahu budaya yang berbeda sebanyak Adapun alasan lainnya, yaitu seperti kualitas pendidikan di Jepang sangat baik karena terbukti banyak universitas Jepang menduduki ranking tertinggi dalam universitas terbaik di dunia. Sarana dan prasarana sebagai penunjang pembelajaran juga sangat berlimpah di Jepang. Dengan begitu, mahasiswa dapat dengan mudah melakukan penelitian, terlebih lagi untuk mahasiswa asing yang berkuliah S2. Jepang juga menjadi salah satu negara yang terjangkau dengan kualitas tinggi, dibandingkan universitas di benua Amerika atau Eropa. Serta, Jepang juga memiliki banyak menyediakan beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL. Dengan begitu, Jepang bisa dijadikan alternatif negara bagi mahasiswa asing yang ingin melanjutkan kuliah S2 di Jepang. Artikel Pilihan Pentingnya Belajar Bahasa Jepang untuk Melanjutkan Pendidikan Ternyata ada banyak alasan mengapa Jepang menjadi salah satu negara yang diincar oleh mahasiswa asing untuk melanjutkan pendidikan. Selain kebudayaannya yang menarik, Jepang juga terkenal memiliki sistem pendidikan yang berkualitas dan didukung dengan fasilitas yang lengkap. Jepang juga bisa dijadikan salah satu alternative negara bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan S2 tanpa memiliki kemampuan bahasa Inggris tingkat lanjut. Pasalnya, banyak universitas di Jepang menawarkan program S2 bagi mahasiswa asing dengan bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar. Oleh karena itu, bagi yang ingin melanjutkan pendidikan S2 di Jepang tanpa memiliki modal TOEFL, mulailah untuk belajar bahasa Jepang. Hal ini karena salah satu syarat untuk bisa melanjutkan pendidikan di Jepang tanpa TOEFL yaitu menunjukkan sertifikat JLPT atau sertifikat kemampuan bahasa Jepang. Biasanya, minimal level yang bisa diterima untuk mahasiswa asing S2 yaitu N2 dengan maksimal N1. Memiliki kemampuan bisa bahasa Jepang dengan menunjukkan sertifikat JLPT juga membuka peluang untuk mendapatkan beasiswa S2 tanpa TOEFL. Namun, beberapa universitas di Jepang mewajibkan mahasiswa asing untuk mengikuti sekolah bahasa Jepang terlebih dahulu sebelum memulai perkuliahan yang sesungguhnya. Jadi, ketika sudah pernah belajar bahasa Jepang, tentu akan memperlancar proses kelulusan dalam tes EJU Examination for Japanese University Admission for International Students. Daftar Beasiswa S2 Jepang Tanpa TOEFL Jepang merupakan salah satu negara yang menawarkan banyak beasiswa S2, baik yang berasal dari pemerintah, universitas, hingga perusahaan Jepang. Beberapa diantara beasiswa tersebut tidak mempersyaratkan TOEFL sebagai dokumen yang harus dilengkapi ketika melamar beasiswa. Jika tertarik untuk tahu apa saja daftar beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL, simak ulasannya berikut ini. 1. Beasiswa Universitas Meiji Universitas Meiji membuka beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL bagi anggota negara ASEAN, termasuk di dalamnya Indonesia. Hanya siswa asing yang kompeten dan memiliki kesulitan keuangan saja yang bisa memperoleh beasiswa ini. Terdapat dua jenis beasiswa yang ditawarkan, yaitu beasiswa partial dimana universitas hanya memberikan subsidi 50% dan beasiswa penuh. 2. Beasiswa ADB – JSP Asian Development Bank – Japan Scholarship Program ini menyasar mahasiswa Asia dan beasiswa ini dibuka setiap tahunnya. Total kuota beasiswa penuh yang ditawarkan dari beasiswa ini adalah 300 kuota dengan durasi pendidikan 1 hingga 2 tahun lamanya. Jurusan yang ditawarkan harus relevan dengan pembangunan, seperti ekonomi, sains dan teknologi, ekonomi, dan manajemen. 3. Beasiswa Ajinomoto Ajinomoto Foundation setiap tahunnya membuka peluang bagi siswa Indonesia yang ingin melanjutkan S2 di Jepang melalui jalur beasiswa. Ada tujuh universitas top Jepang dengan beragam jurusan yang bisa dipilih oleh pelamar beasiswa. Adapun jenis beasiswa yang diberikan untuk S2 yaitu beasiswa penuh dengan nominal Yen per bulan. 4. Beasiswa Aichi Pemerintah Prefektur Aichi memberikan beasiswa pada siswa berbakat di negara Asia terutama di bidang teknik. Setelah menyelesaikan studinya, siswa tersebut diharapkan mencari pekerjaan di perusahaan Aichi. Fasilitas yang diberikan yaitu beasiswa sebesar Yen per bulan dan biaya perjalanan ke Jepang, Kemudian, disediakan pula biaya sekolah, biaya masuk, dan biaya penelitian dan studi pascasarjana. 5. Beasiswa Honjo International Bagi yang sedang mencari beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL, beasiswa Honjo Internasional bisa dijadikan pilihan. Minimal masa studi yang ditempuh untuk beasiswa ini adalah 1 tahun dengan nominal beasiswa yang beragam, mulai dari Yen hingga Yen. Tiap periodenya, kuota penerima beasiswa ini adalah sebanyak 15 – 20 orang. Tips dan Trik Lolos Beasiswa S2 di Jepang Tanpa TOEFL Di atas telah diketahui beragam beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL yang bisa dijadikan sebagai referensi. Beasiswa tersebut tentu banyak peminatnya karena tidak membutuhkan TOEFL untuk melamarnya. Meskipun begitu, bukan berarti mendapatkan beasiswa tersebut sangat mudah. Oleh karena itu, calon penerima beasiswa harus tahu bagaimana tips dan trik untuk lolos beasiswa master tanpa TOEFL. Tahap pertama yang wajib dilakukan semua calon penerima beasiswa yaitu memiliki perencanaan karir yang matang. Biasanya hal tersebut akan ditanyakan pada saat penulisan essai atau saat wawancara beasiswa. Jika memiliki perencanaan karir yang matang dan jelas, tentu dapat meyakinkan pihak pemberi beasiswa. Dengan begitu, kesempatan untuk mendapatkan beasiswa tersebut lebih terbuka lebar. Memiliki perencanaan karir juga akan membantu dalam memilih jurusan yang ingin didalami saat melanjutkan pendidikan S2. Setelah mengetahui fokus karir yang akan didalami, cobalah untuk mencari informasi beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL sebanyak-banyaknya. Carilah beasiswa yang paling sesuai dengan kebutuhan, mulai dari universitas atau jurusan ditawarkan, nominal beasiswa dan fasilitas yang diberikan, dan lain sebagainya. Jika sudah mengetahui beasiswa yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan, maka mulailah untuk melengkapi semua persyaratan yang telah ditentukan. Namun, bersiaplah untuk memiliki bukti sertifikat bahasa asing lain, seperti bahasa Jepang. Pasalnya, beberapa beasiswa mengharapkan calon penerima beasiswa memiliki kemampuan bahasa Jepang yang mumpuni. Terlebih lagi beasiswa yang dilamar merupakan beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL. Usahakan agar memiliki sertifikat bahasa Jepang dengan minimal level JLPT N2. Pasalnya, semakin tinggi kecakapan bahasa Jepang yang dimiliki tentunya akan memperluas kesempatan untuk memperoleh beasiswa yang diincar. Itulah ulasan lengkap mengenai beasiswa S2 Jepang tanpa TOEFL yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi. Oleh karena itu, bagi yang ingin melanjutkan pendidikan S2 di Jepang, mulailah untuk mempelajari bahasa Jepang. Hal tersebut bisa berguna untuk membuka kesempatan lebih besar untuk mendapatkan beasiswa S2 tanpa TOEFL. Baca juga Informasi Beasiswa Jepang Monbukagakusho Tunjangan dan Syarat Pendaftaran